admin

SCAM Ready ASEAN

Kolaborasi IPM Sulsel dan Kaizen, Dorong Pelajar Melek AI dan Pikir Kritis

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Sulawesi Selatan berkolaborasi dengan Kaizen Collaborative Impact dalam menyelenggarakan seminar teknologi informasi (IT) yang bertajuk “Generasi Inovatif Membangun Melalui Kontribusi Teknologi”, di Ruangan I Gift lantai 2 Menara Iqro Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat, 18 Juli 2025 Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Semarak Milad IPM, dan bertujuan untuk mengenalkan dasar-dasar pemrograman kecerdasan buatan (AI) sekaligus membangun pola pikir kritis di kalangan pelajar. Melalui pendekatan Hour of Code, peserta diajak memahami konsep pemrograman AI secara sederhana dan aplikatif. Salah satu aktivitas yang menarik adalah penggunaan AI games untuk melatih kemampuan memilah informasi melalui permainan edukatif. “Peserta belajar memasukkan objek ke dalam sistem, lalu memprogram visual robot agar bisa memilih dan memilah sesuai instruksi awal,” jelas salah satu panitia. “Dari sini, mereka diperkenalkan pada alat-alat AI seperti ChatGPT, Gemini, dan sejenisnya.” Seminar ini juga membahas bagaimana teknologi AI bisa menjadi solusi terhadap persoalan kelebihan informasi dan maraknya hoaks di internet. Hadir sebagai pembicara, anggota DPR RI Komisi I, H. Syamsu Rizal MI atau Deng Ical, yang memberikan pandangan tentang pentingnya AI sebagai alat bantu masyarakat dalam melakukan filterisasi informasi. “Penggunaan AI yang tepat bisa menjadi alat bantu untuk memfilter informasi, bukan justru membuat kita malas berpikir. Justru kita perlu belajar mengarahkan teknologi, bukan hanya menggunakannya,” ujar Deng Ical. Ia juga menanggapi kekhawatiran publik tentang dampak negatif AI terhadap kecerdasan manusia. Menurutnya, semua kembali pada cara penggunaan dan tujuan dari teknologi itu sendiri. Seminar ini diharapkan menjadi awal dari peningkatan kapasitas pelajar dalam menghadapi tantangan era digital, serta menumbuhkan semangat inovasi dan kemampuan berpikir kritis di tengah banjir informasi yang semakin masif. Sumber: KHITTAH.CO, Makassar  

Kolaborasi IPM Sulsel dan Kaizen, Dorong Pelajar Melek AI dan Pikir Kritis Read More »

STIH Dan kaizen collaborative impact teken mou, ismita saputri apresiasi dr filep wamafma

Yayasan Kaizen Collaborative Impact resmi bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari dalam program AI Ready ASEAN. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, SH.,M.hum dan Direktur Eksekutif Yayasan Kaizen Collaborative Impact, Ismita Saputri pada Kamis (16/10/2025) di Aula STIH, Sanggeng, Manokwari. Yayasan Kaizen Collaborative Impact adalah perusahaan yang berkolaborasi dengan ASEAN Foundation sebagai salah satu Mitra pelaksana program AI Ready ASEAN. Program AI Ready ASEAN membuka akses belajar kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI) yang aman dan etis bagi masyarakat ASEAN. Hanya saja sering disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung-jawab. Ismita Saputra mengatakan, Program tersebut baru pertama kalinya masuk di Papua Barat berkat niat baik Dr. Filep Wamafma yang juga merupakan Ketua Komite III DPD RI dalam mendukung peningkatan Mutu Pendidikan di Papua Barat. Saya menyampaikan apresiasi dan Terima kasih kepada Dr. Filep Wamafma karena beliau yang merupakan orang pertama yang membawa dan melaunching program AI Ready ASEAN ke tanah Papua khususnya Manokwari Papua Barat, ucapnya. Setelah penandatanganan MoU dilanjutkan dengan pemaparan materi, memperkenalkan AI Ready ASEAN kepada mahasiswa dan dosen STIH. Tantangan Karena gini teknologi ini kita tidak bisa memaksakan orang untuk langsung belajar penuh juga memaksa mereka untuk langsung paham . Jadi kita harus menarik Awareness (kesadarannya) mereka dulu menggunakan hour of code, Sebutnya. Selanjutnya, para dosen dan Mahasiswa yang memiliki minat belajar menggunakan teknologi ini akan diundang kembali untuk mengikuti Indeeplearning (pembelajaran mendalam). Dimana semua ilmu terbarukan tentang AI yang biasanya diperoleh 2 tahun setelah Launching itu akan lebih awal diperoleh oleh Mahasiswa atau masyarakat di Papua Barat. Dimana semua ilmu terbarukan tentang AI yang biasanya diperoleh 2 tahun setelah Launching itu akan lebih awal diperoleh oleh Mahasiswa atau masyarakat di Papua Barat. Solusi Kami In depth learning tersebut diperkirakan bisa dilaunching pada Januari 2026, kita akan undang kembali teman-teman Papua untuk mempelajari semua informasi yang berkaitan dengan AI, kata Ismita Saputri. Selain itu kita juga ada progran AI For Business untuk UMKM kemudian ada anti scam, mengingat saat ini ditemukan banyak sekali scam di Indonesia. Penerima Manfaat Terkait kerja sama ini, kami terbuka untuk Universitas, Sekolah Tinggi bahkan lembaga yang ada di Papua Barat, tetapi kerjasamanya melalui Bapak Dr. Filep Wamafma, karena kita punya etika yang tertuang didalam MOU itu sehingga kalau ada yang ingin bekerjasama harus melalui Dr. Filep Wamafma, disampaikan oleh Ismita Saputri. Sumber: jagatpapua.com  

STIH Dan kaizen collaborative impact teken mou, ismita saputri apresiasi dr filep wamafma Read More »

SCAM Ready ASEAN

FTIK UIN Saizu Purwokerto Gelar Literasi Coding serta AI, Perkuat Kolaborasi Internasional dan Literasi Digital Mahasiswa

Purwokerto, 27 Agustus 2025 – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan berbasis digital sekaligus memperluas jejaring internasional. Pada Rabu (27/8), FTIK menggelar kegiatan bertajuk “Penggunaan Coding dan Pemanfaatan AI yang Etis dan Bertanggung Jawab dalam Pembelajaran” sekaligus menandatangani nota kesepahaman (MoU) strategis dengan mitra kolaborasi internasional. Acara ini berlangsung di Meeting Room K.H. A. Wahid Hasyim FTIK mulai pukul 07.40–09.45 WIB. Kegiatan ini menghadirkan dua Master Trainer AI Ready ASEAN, yakni Rizki Ayu Febriana dan Aidil Wicaksono. Keduanya menyampaikan pentingnya literasi digital, khususnya keterampilan coding dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), dalam dunia pendidikan modern. Mereka menekankan bahwa penguasaan teknologi bukan hanya perkara teknis, melainkan juga terkait dengan etika, tanggung jawab, serta kesiapan generasi muda menghadapi dinamika global. Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., dalam sambutannya menyatakan bahwa dunia pendidikan tidak boleh tertinggal dari perkembangan teknologi. “Penguasaan coding dan AI bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga bagian dari upaya membekali mahasiswa dengan kemampuan abad 21,” tegasnya. Melalui program ini, FTIK berkomitmen menyiapkan generasi pendidik yang tidak hanya profesional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman secara humanis dan berdaya saing global. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara FTIK dengan Kaizen Collaboration Impact sebagai operator resmi ASEAN Foundation dan Google.org. Perjanjian kerja sama ini membuka jalan bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam program AI Ready ASEAN yang berkelanjutan hingga tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut, pihak mitra menyampaikan bahwa kerjasama ini tidak sekadar seremoni, melainkan akan menghadirkan banyak program lanjutan, termasuk kesempatan bagi dosen menjadi master trainer bersertifikat internasional secara gratis. “MoU ini menjadi langkah penting yang tidak berhenti di hari ini. Ke depan, akan ada lebih banyak kolaborasi, baik dalam bentuk pelatihan, pengembangan platform pembelajaran, maupun keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam jejaring internasional,” ungkap perwakilan Kaizen Collaboration Impact. Ia juga menegaskan bahwa program ini telah melibatkan berbagai perguruan tinggi di kawasan ASEAN, dan kehadiran UIN Saizu melalui FTIK akan memperkuat posisi Indonesia dalam kancah internasional. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa FTIK terus mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem pembelajaran, memperkuat ekosistem akademik yang adaptif, serta meneguhkan peran sebagai pionir digitalisasi pendidikan Islam. Dengan adanya MoU dan kegiatan literasi coding ini, FTIK berharap mahasiswa tidak hanya memahami literasi digital secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara kreatif, inovatif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai etika. Sumber: FTIK UIN SAIZU

FTIK UIN Saizu Purwokerto Gelar Literasi Coding serta AI, Perkuat Kolaborasi Internasional dan Literasi Digital Mahasiswa Read More »

Mahasiswa-Unpatti-1140x570

Unpatti Perkuat Literasi Digital Mahasiswa Lewat Hour of Code dan AI Literacy

Unit Pelayanan Akademik – Teknologi Infofmasi dan Komunikasi (UPA-TIK) Universitas Pattimura Ambon bekerja sama dengan Kaizen Collaborative Impact menyelenggarakan kegiatan Hour of Code and AI Literacy bertempat di lantai gedung Registrasi kampus setempat,  Kamis (10/7/2025). Kaizen Collaborative Impact merupakan mitra lokal dari ASEAN Foundation dan Google.org yang berfokus pada pengembangan talenta digital di kawasan Asia Tenggara sementara itu Hour of Code sendiri merupakan gerakan global yang bertujuan untuk memperkenalkan dasar-dasar pemrograman komputer (coding) kepada semua orang, melalui kegiatan yang menyenangkan dan mudah diakses. Kepala UPA-TIK Unpatti Ir. Latu Wattimena, MT., MCE., dalam wawancara awal menyampaikan bahwa kegiatan Hour of Code dan AI Literacy memiliki arti penting, terutama karena Universitas Pattimura telah memiliki lisensi resmi dari Microsoft. Beberapa program kerja UPT-TIK tahun sebelumnya telah diimplementasikan sebagai tindaklanjut nota kesepahaman (MoU), antara lain dengan mendorong dosen mengikuti sertifikasi profesi berbasis Microsoft hingga meraih gelar Microsoft Certified Educator (MCE). Sertifikasi ini berlaku seumur hidup dan terbukti secara nyata meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Lebih lanjut disampaikannya bahwa pada tahun ini, UPT-TIK tengah mengupayakan agar program serupa juga dapat diterapkan bagi mahasiswa. Nantinya, mahasiswa akan diberikan sertifikat profesi yang dapat ditingkatkan menjadi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). “Kepemilikan SKPI berbasis Microsoft oleh mahasiswa tidak hanya memberikan nilai tambah dalam daya saing lulusan, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi serta menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Badan Layanan Umum (BLU),” harapannya. Kegiatan Hour of Code dan AI Literacy dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu sesi Hour of Code yang bertujuan agar peserta dapat memahami dan menguasai dasar-dasar pemrograman komputer (coding), serta sesi AI Literacy yang bertujuan untuk memperkenalkan konsep kecerdasan buatan (artificial intelligence), penggunaannya, serta dampaknya dalam berbagai aspek kehidupan. Kegiatan secara Haybrid ini diikuti oleh mahasiswa di lingkup Universitas Pattimura Ambon. Sumber: timesmaluku.com

Unpatti Perkuat Literasi Digital Mahasiswa Lewat Hour of Code dan AI Literacy Read More »